Istanbul: Kota Dua benua

Artikel ini telah dipublikasikan oleh Majalah Panorama edisi Maret-April 2012.

Check this english version http://www.thetravelspot.net/world-travel-guide/turkey/istanbul-two-continents-city/

Artikel dalam majalah Panorama edisi Mart-April 2012, hal 66-73

Istanbul merupakan salah satu kota terbesar di Turki. Walaupun bukan sebagai ibukota Turki, namun ia merupakan kota terpenting di negara ini. Setiap tahunnya, banyak wisatawan yang berkunjung ke Istanbul karena banyaknya tempat yang menarik yang tidak dimiliki oleh negara lain. Ya, sejarah yang kaya telah membuat Istanbul menjadi European Capital Culture pada tahun 2010. Apabila anda tertarik akan sejarah, Istanbul merupakan suatu destinasi yang tepat untuk belajar sambil travelling. Latar belakang Istanbul yang pernah dikuasai oleh Bizantium, Konstantinopel dan Ottoman Empire membuat Istanbul memiliki peninggalan sejarah sepeti bangunan-bangunan yang layak untuk dikunjungi. Selain sejarah, salah satu yang menarik dari Istabul ialah letak geografinya. Istanbul berada di dua benua yakni Asia dan Eropa. Oleh karena itu, jangan heran apabila Istanbul memiliki culture diversity.

Suasana Kota Istanbul di siang hari

 

Menjelajahi Istanbul Bagian Eropa
Wilayah yang pertama kali saya kunjungi ialah Sultanahmet. Wilayah ini merupakan wilayah yang paling turistik di Turki. Dalam satu wilayah terdapat banyak bangunan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan. Bangunan-bangunan tersebut ialah Aya Sofya, Topkapi Palace, Blue Mosque, Basilica Cistern dan Grand Bazar. Untuk mengunjungi semua bangunan tersebut harus dilakukan satu hari penuh hingga kita puas.

Aya Sofia

Pada saat saya mengunjungi Aya Sofya, antrian sudah didepan mata untuk membeli tiket. Banyak turis mancanegara yang ingin melihat bangunan bersejarah ini. Aya Sofia merupakan bagunan berwarna merah yang memiliki banyak kubah. Pada awalnya, Aya Sofya merupakan sebuah gereja yang didirikan oleh Emperor Justinian pada tahun 537 untuk menggantikan kejayaan Romawi. Namun pada tahun 1453, Sultan Mehmet II atau Mehmet the Conqueror mengganti Aya Sofya menjadi sebuah mesjid. Pergantian fungsi dari gereja menjadi mesjid sangat terlihat pada sisa bangunan ini. Terdapat mosaik-mosaik yang menggambarkan Bunda Marian dan Yesus Kristus pada dinding-dinding Aya Sofia. Namun, apabila masuk ke dalam pengunjung dapat melihat kaligrafi berbahasa Arab dan terdapat tulisan Allah dan Muhammad dalam huruf yang besar. Hal yang menarik terdapat sebuah batu yang memiliki bolongan ditengah. Apabila pengunjung memasukan jempolnya dan melakukan satu putaran, maka harapannya akan tercapai. Oleh karena itu batu tersebut disebut wish stone. Ternyata tidak hanya saya yang tertarik dengan batu tersebut. Banyak pengunjung yang ingin melakukannya bahkan saya harus mengantri. Oh ya, untuk masuk ke Aya Sofya, pengunjung wajib membayar tiket 20 TL.

I wish I will have a beautiful life :)

Setelah mengunjungi Aya Sofia, saya menuju Topkapi Palace. Tidak terlalu jauh dari Aya Sofia, cukup berjalan sejauh kurang lebih 5 menit. Tiketnya pun sama yakni 20 TL. Saat memasuki gerbang Topkapi Palace, pengunjung disuguhi oleh pemandangan gerbang yang megah seperti istana di negeri dongeng. Terdapat pintu besar dan dua kubah kuncup di sisi kanan dan kiri. Pada dasarnya Topkapi palace merupakan tempat tinggal para sultan. Disini pengunjung dapat melihat “the Harem” yang merupakan tempat para sultan melakukan berbagai aktivitas. Saya dapat merasakan kemegahan menjadi seorang sultan saat melihat ” the Harem”. Topkapi juga palace memiliki banyak benda bersejarah seperti perhiasan, pakaian, alat perang. Banyak sekali peninggalan benda bersejarah umat beragama Islam dari peninggalan Ottoman Emperor. Bahkan salah satu pedang Nabi Muhammad SAW berada di istana ini.

The gate of Topkapi Palace

Setelah capai mengelilingi Topkapi Palace yang super besar dan megah, saya pergi ke Blue Mosque. Dikatakan sebagai Blue Mosque karena kubahnya yang berwarna biru. Sangat cantik apabila dilihat dari kejauhan. Mesjid besejarah ini menjadi tempat beristirahat dan beribadah untuk beragama muslim. Karena masih digunakan sebagai tempat beribadah, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk seperti bangun bersejarah lainnya. Namun, mesjid ini tidak melarang pengunjung non-Islam untuk masuk. Mereka dapat masuk asalkan menggunakan pakaian yang sopan yang menutup lengan dan kaki. Pengurus mesjid akan meminjamkan kain yang dapat menutup aurat apabila pengunjung memerlukannya.

so crowded in sultanahmet area

Terakhir saya mengunjungi Grand Bazar. Ya, shopping shopping shopping. Grand Bazar merupakan surga untuk berbelanja. Namun, keahlian tawar menawar sangat dibutuhkan di dalam pasar ini. Kalau tidak, jangan heran apabila harga yang didapat sangat mahal. Barang-barang yang dijual sangat beragam dari karpet, perhiasan, pakaian, makanan, aksesoris. Ya sangat paslah untuk oleh-oleh teman-teman dan keluarga. Hati-hati kesasar di grand bazar karena pasar ini sangat besar dan ramai. Terkadang gang-gang kecil yang terlihat sama membingungkan para pengunjung.

Mencoba kopi turki yang rasanya sangat kuaaatttt.. bisa bikin melek walaupun gelasnya kecil

Setelah seharian berada di wilayah Sultanahmet, saya kembali ke hostel saya menginap. Hostel yang saya pilih berada di wilayah Taksim yang tidak jauh dari Sultanahmet Area. Dibutuhkan waktu 10 menit dengan menggunakan tram dan bus. Tidak ada transportasi langsung menuju Taksim dari Sultanahmet. Kita harus berganti 2 kali menggunakan transportasi umum. Hostel yang saya tempati bernama Liberta Hostel. Karena bersifat dorm, maka saya akan satu ruangan dengan para traveller lainnya. Saya membayar seharga 10 euro permalam untuk 1 kasur. Harga tersebut termasuk breakfast dan free-wifi. Hotel ataupun hostel di Istanbul tidak sebesar di Jakarta. Pada umumnya berada dibangunan tua dan bertingkat-tingkat namun tidak luas, seperti layaknya ruko.

Stayed here. Because my last name is Hamid, the staff thought I was a man. She put me in a male dorm. There were only one guy in the room. Well, it’s okay.. 6 Beds for two of us.

Malam harinya saya menikmati tempat hang out orang Istanbul, Yup Taksim namanya. Disini bukan sekedar tempat berbelanja tetapi juga berbagai restoran dan bar. Dari berbagai brand ternama seperti Mango, Zara, Mac kosmetik, dan lainnya berjajar di istiklal street. Hati-hati, pada siang hari apalagi malam hari, ribuan orang akan berjalan di jalan ini. Tidak ada ketentuan yang pasti di arah kanan atau kiri orang untuk berjalan sehingga terkadang kita akan betabrakan dengan orang satu dengan yang lainnya. Jaga barang anda jika berada di jalan ini karena banyak copet. Selain tempat berbelanja, taksim juga tempat yang pas untuk melakukan kuliner makanan turki. Walaupun agak mahal, tapi yang berbuget tipis dapat membeli Döner seharga 1,5 lira yang terdiri atas daging iris kecil-kecil (semacam kebab) dan roti plus sayuran. Ini semacam snack untuk orang Turki, tapi cukuplah untuk mengganjal perut orang Indonesia.

Nighlife in Taksim

Terdengar hingar bingar musik di malam hari. Selama saya di Turki dapat dikatakan bahwa warga Turki sangat menyukai lagu bertipe house music dari anak-anak sampai yang sudah tua. Lagu-lagu yang diputar di Turki pada umumnya bersyuting di sebuah club, tentang percintaan di club. Oleh karena itu, jangan heran kalau melihat anak muda Turki baik wanita dan pria sangat lihat menari. Turki juga terkenal dengan tari perutnya. Walaupun populasi penduduk Turki terbanyak beragama muslim, namun Turki menganut paham sekuler dimana urusan agama diluar negara.

Istiklal street in taksim area

Mungkin masih banyak warga Turki yang menjalankan ritual agama Islam, namun kebanyakan dari mereka berada di Turki bagian Asia. Di Istanbul, warga Turki sangat berbau kebarat-baratan. Efes merupakan bir yang terkenal di Turki dan dimana-mana orang meminum Efes di Istanbul. Bahkan tidak hanya malam hari, pagi hari pun mereka meminum Efes.

Efes everywhere.. indomart-nya turkey juga namanya efes.

Selain melihat kehidupan warga lokal Istanbul di Taksim. Saya kembali menjelajahi tempat yang menarik untuk disinggahi. Salah satunya ialah Galata Tower. Untuk mencapainya, saya hanya perlu berjalan kaki. Galata Tower sangat indah untuk dinikmati saat matahari terbit. Kita dapat melihat Kota Istanbul yang menakjubkan dari atas tower. Melihat laut bosphorus yang membagi dua kota Istanbul menjadi bagian Eropa dan Asia.

Besoknya, saya mengunjungi Dolbamahce Palace di wilayah Beşiktaş. Ini merupakan destinasi favorit saya. Untuk mencapai istana ini, saya hanya menggunakan bus dari Taksim. Kalau kita pelajar, kita hanya membayar 1 lira, namun pada umumnya kita membayar 1,4 lira. Saya sarankan lebih baik menggunkan bus umum daripada Taksi karena sangat mahal di turki. Saat saya sampai di pintu masuk Dolbamahce Palace, antrian sudah sangat panjang untuk membeli tiket masuk. Hampir 15 menit saya mengantri. Yang menarik terkadang terdapat barisan militer Turki yang melakukan manuver baris berbaris di depan Gate Dolbamahce Palace. Saya hanya membayar 3 lira untuk masuk ke Dolbamahce Palace karena memiliki ISIC yakni international student card. Mereka memberi diskon kepada pelajar yang memiliki kartu ISIC. Kartu pelajar dari kampus tidak berlaku. Untuk pengunjung umum, karcis dikenakan seharga 20 lira.

suasana dolbamahce yang penuh dikunjungi wisatawan

Setelah membayar karcis saya memasuki pintu masuk yang super megah dan mewah. Istana ini terbilang lebih mewah dibandingan Topkapi Palace. Ataturk, presiden Turki, pernah tinggal di Istana ini. Well, hanya ingin memberitahu bahwa foto-foto Atturk akan kalian temui dimana-mana selama kalian melakukan perjalanan di Turki. Bahkan di bukit yang tidak berada di tengah kota pun terdapat foto Attaturk. Warga Turki sangat menyanjung Attaturk. Bagi mereka, Attaturk telah berjasa dalam mempertahankan Turki setelah kekelahan turki di Perang Dunia.

Kembali lagi pada Dolbamahce Palace, saat saya memasuki istana saya harus membukus sepatu saya dengan plastik agar tidak merusak lantai Istana. Kita juga dilarang mendokumentasikan Istana saat kita berada di dalam. Ketika berada di dalam, saya merasakan begitu megahnya istana ini, terutama ruang pertemuan yang begitu besar. Dolbamahce Palace masih digunakan sebagai tempat pertemuan negara. Selain melihat ruangan-ruangan yang super besar dan megah, saya juga diperbolehkan masuk ke kamar tidur Attaturk. Tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan ruangan lainnya, tetapi saya dapat merasakan kesakralan tempat tersebut. Setelah mengelilingi istana selama 30 menit, saya keluar dari Istana.

Istana dolbahmace

Perjalanan saya tidak berhenti begitu saja, masih terdapat satu tempat yang ingin saya kunjungi di Turki bagian Eropa yakni Rumeli Castle. Tidak terlalu jauh dari Dolbamahce Palace, namun sebelum ke kastil saya mampir sebentar ke area Ortakoy untuk menyantap hidangan makan siang saya. Wilayah Ortakoy memiliki restoran-restoran yang sangat berkelas oleh karena itu harganya sangat mahal. Di restoran ini, kita dapat melihat pemandangan laut Bosphorus yang menawan. Di sekitar Ortakoy juga terdapat klub yang paling terkenal di Turki bahkan terbesar di daratan Eropa yakni Reina Club. Tapi kalian harus membawa uang yang banyak untuk datang ke tempat ini, kalau kalian travelling secara backpacker lebih baik mencoret tempat ini dari list kalian.

Makan Kumpir di ortakoy

Karena uang yang saya bawa terbatas, maka saya berhenti di Oratakoy Camii yang terkenal dengan mesjidnya yang indah. Disini juga saya dapat melihat jembatan Bosphorus yang menyatukan Eropa dan Asia. Pada saat malam hari, jembatan ini sangat indah karena dihiasi lampu malam yang warnanya akan berganti-ganti. Sesampainya di Ortakoy Cami menggunkana bus umum, saya membeli Kumpir yakni sejenis baked potato yang diisi dengan berbagai macam seperti keju, krim, saos tomat dan sebagainya. Menikmati kumpir sambil memandangi Laut Bosphorus sangatlah mengasyikan. Terkadang terdapat kapal pesiar yang lewat yang menambah keindahan Laut Bosphorus.

Rumeli Castle.. No much tourists here .. so empty!

Setelah selesai makan, saya lanjut naik bus ke Rumeli castle. Melewati kawasan bebek yang merupakan kawasan termahal di Turki. Dapat dikatakan, orang yang tinggal di area sana merupakan high class di Turki. Sesampainya di Rumeli Castle, suasana sangat sepi. Tidak seperti Sultan Ahmet area yang sangat turistik dan penuh oleh wisatawan. Saya membayar 3 lira untuk tiket masuk. Saya mulai menaiki anak tangga yang melingkari kastil. Mendatangi mesjid atau istana merupakan hal biasa di Turki, namun mendatangi kastil merupakan hal yang luar biasa. Tangga yang melinggkari kastil sangatlah tinggi. Hal ini akan menantang adrenalin anda terutama bagi yang takut akan ketinggian. Sesampai di puncak teratas, saya dapat melihat pemandangan Istanbul yang sungguh indah dan menakjubkan. Bahkan saya dapat melihat Istanbul bagian Asia di seberang sana. Mengenai kastil ini, Sultan Mehmet II membangun kastil ini ang dilengkapi tiga tower. Kastil ini berfungsi sebagai pertahanan apabila terdapat musuh yang menyerang dan untuk memblokade Laut Bosphorus dari Bizantium. Hingga saat ini, kastil masih berdiri secara megah walaupun pernah rusak akibat gempa bumi.

Istanbul bagian Asia

Cruising in Bosphorus Sea.. I love this activity

Setelah menjelajahi Istanbul bagian Eropa, ini saatnya untuk pergi ke bagian Asia. Saya pergi ke Beşiktas dan membeli tiket seharga 1,4 lira untuk ke Kadikoy yang merupakan pelabuhan Istanbul di Asia. Kapal ferry ini sangat bagus jika dibandingkan dengan Indonesia dan sangat modern dan sangat murah untuk kelasnya. Setelah masuk ke ferry, saya menaiki tangga menuju deck kapal. Tempat favorit saya ialah deck kapal yang berada di ujung kapal sehingga saya bisa melihat pemandangan Laut Bosphorus yang sungguh indah. Salah satu trip saya yang murah ialah melakukan boat trip dengan kapal ferry ini dan melihat keindahan Kota Istanbul dari Laut Bosphorus. Setelah 10-15 menit, kapal bersandar di Kadikoy. Untuk menikmati Kadikoy dengan cara murah, saya menuju restoran yang menyajikan doner ikan. Harganya hanya 2 lira ditemani oleh teh hangat khas turki. Dengan duduk direstoran dipinggir pantai, saya dapat melihat kehidupan sehari-hari warga Istanbul sambil menikmati laut Bosphorus yang indah. Daerah Kadikoy juga merupakan tempat perbelanjaan yang tidak jauh berbeda dengan Taksim. Bahkan banyak barang-barang yang lebih murah disini. Selain itu, saya juga mengunjungi Meiden Tower yang terkenal karena keberadaannya di tengah-tengah laut. Untuk kesana, saya hanya menggunakan bus dari Kadikoy selama 10 menit.

Meiden Tower

Perjalanan di Istanbul sangatlah berkesan untuk saya. Kota cantik ini tidak hanya menyuguhi keindahan kotanya tetapi juga sejarah dibalik keindahan tersebut. Perbedaan akibat letak geografis – di antara Eropa dan Asia – membuat Istanbul semakin kaya. Istanbul menjasi sebuah kota yang wajib untuk dikunjungi karena keanekaragaman tempat-tempat menarik yang dapat dikunjungi. Saya tidak pernah merasa bosan di kota ini. Kota ini benar-benar indah.

 

If you want to explore other side of Turkey, check this article Jelajahi Sisa Romawi di Turki. Enjoy reading :)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s